Mengurus Visa Korea Selatan

Gue mau berbagi lika-liku Mengurus Visa Korea Selatan. Ga lika-liku sih, lumayan mulus :)))) Gue berangkat ke Korea tanggal 3 Mei 2016 dan menurut googlingan apply visa 1 bulan sebelum saja. Kenapa gue ga pake agen? Karena lebih murah kalau ngurus sendiri, dan juga pengen punya pengalaman ngeapply visa. So, tanggal 1 April gue ke Dubes Korsel.

Akses menuju Dubes Korsel,

  • Naik kereta turun di Stasiun Cawang, lalu naik TJ turun di Halte Tegal Parang (posisi dubes di antara Graha Surveyor dan RS Medistra)

Gimana cerita lengkap mengurus visa Korea Selatan? 😀

Awal Maret — Yang gue siapkan di awal Maret adalah yang berurusan dari kantor gue bekerja. Karena gue di project, bukan di office, jadi ini langsung gue urus di awal.

Pertengahan Maret — Bikin pas foto dengan background putih. Ingat ukurannya ya, 3.5 x 4.5 cm 🙂 Selain mempersiapkan pas foto, print formulir aplikasi visa disini (pilih yang Visa Wisata). Tak lupa juga copy paspor, kartu keluarga, KTP, akte kelahiran, NPWP dan print tiket pesawat dan penginapan.

Akhir Maret — Gue ke bank untuk urus surat referensi dan juga print rekening koran. FYI, print rekening koran itu cepet. Tapi untuk surat referensi dari bank rada butuh waktu. Untuk bank BNI, proses pagi, sorenya udah bisa diambil. Namun ada bank lainnya, yang 2-3 hari baru selesai. Print rekening koran, per lembarnya dikenakan biaya 2,500; surat referensinya 150,000. 

Apa saja dokumen yang perlu dipersiapkan?

  • Form aplikasi & 1 lembar pas foto 3.5 x 4.5 (background putih)
  • Kantor: Surat keterangan kerja & slip gaji 3 bulan terakhir
  • Bank: Rekening koran 3 bulan terakhir, surat referensi bank
  • Copy: Paspor, KK, KTP, Akte, NPWP
  • Print: Tiket pesawat, penginapan
  • Duit buat proses visa sebesar 560,000 rupiah

1 April 2016 — Gue udah sampe sana jam 8 kurang, sedangkan pintu masuk dan loketnya baru buka jam 8:30. Karena kecepetan dateng, gue jadi duduk di tangga. Begitu jam 8:28, pintunya kebuka dan orang langsung berjalan cepat-cepat. 

Tips — Lu gausa dateng kecepetan. Dateng jem 8:15 juga cukup. Trus pas jam 8:25 berdiri persis depan pintu. Jadi begitu masuk ke ruangan, lu bisa dapet nomer urut pertama. 

Gue dapet antrian nomer 8. Sekitar jam 8:50 mereka udah buka, lebih cepat 10 menit dari jadwal di situsnya. Ga lama, nomer gue dipanggil. Gue langsung kasih berkasnya, dia cek-cek. 

Petugas: 560,000

Gue: *kasih duit*

Petugas: Sebelum kesini, telepon dulu buat memastikan proses visanya sudah selesai atau belum *sambil kasih kembalian dan tanda terima*

Gue: Kalau ambil visanya diwakilin, perlu surat kuasa ga?

Petugas: Ga perlu, bawa kertas tanda terima ini aja.

Jam 09:17 rebes! Cepat bukan? 😀

6 April 2016 — Gue telepon dan mereka bilang belum selesai.

7 April 2016 — Mereka bilang, “APPROVED!”

Rasanya bahagia, senyam-senyum seharian. Langsung saat itu juga, gue bayar tagihan cc, bayar hutang, bayar kewajiban, bayar pinjaman. Whatsapp money changer tanya rate, harga cocok, langsung tuker. Dan rekening ludes *curhat* LOL 😀

Selain tentang proses pembuatan visa, gue juga mau share tentang saldo rekening di bank. Biasanya hal ini lumayan bikin was-was. Gue baca-baca, ada yang bilang saldo rekening itu jumlah hari x 1.5 juta. Gue disana 6 hari, sebenernya 5 hari sih, hari ke-6 itu udah perjalanan balik kesini. Planning awal ending saldo mau gue bikin 7-8 jutaan. Tapi karena was-was, gue bikin 11an. Dan aman saudara-saudara :))) Terima kasih kepada mamak yang mau nyumpel duit di tabunganku wakakaka 

Dan pas lagi isi formulir aplikasi visa, ditanya perkiraan biaya disana berapa, disitu gue tulis USD 620. Katanya sih jangan terlalu jauh dari saldo rekening (walau sebenernya diluar tiket PP, perkiraan gue hanya menghabiskan 4 juta rupiah).

BACA JUGA:

Don’t forget to click the share buttons! Semoga bermanfaat 😀

6 thoughts on “Mengurus Visa Korea Selatan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *