Cara Mengurus Visa On Arrival (VOA) Shenzhen Untuk Orang Indonesia

Sebetulnya proses pengurusan Visa On Arrival (VOA) Shenzhen gue gak begitu mulus. Semoga pengalaman gue mengurus VOA Shenzhen bisa bermanfaat untuk kalian. Sebelum berangkat gue baca-baca beberapa blog, ada yang bilang VOA Shenzhen udah gak bisa, ada yang bilang sekarang udah bisa lagi, ada yang bilang apply VOA ada kemungkinan ditolak, dan lain sebagainya. Kebetulan akhir taun lalu ada temen kantor gue yang pergi ke Shenzhen dari Hong Kong, dan gue tanya Visa Shenzhen-nya VOA gak? Dan dia bilang VOA. Yaudalah ya, gue pikir pas nanti gue ke Shenzhen pake VOA juga aja. Ngomong-ngomong thanks loh, Ci :wowcantik:wowcantik

Bisa gak ngurus Visa China dari Jakarta? 

Bisa. Tapi lebih mahal dan lebih banyak dokumen kelengkapannya. Kalo emang cuma nge-plan ke Shenzhen sih mending VOA aja. Tapi kalo ada rencana ke beberapa kota di China, ya apply Visa China dari Jakarta.

VOA Shenzhen : CNY 168 / IDR 326,000
Visa China : 540,000

Apa kelengkapan dokumen untuk apply Visa China dari Jakarta?

1. Dokumen Wajib

  • Paspor asli dengan masa aktif setidaknya 6 bulan dari tanggal kepulangan
  • Fotokopi bagian identitas paspor
  • Form Aplikasi
  • Pas foto berwarna dengan ukuran 4.8 cm x 3.3 cm

2. Dokumen Pendukung

  • Tiket pesawat PP
  • Reservasi hotel atau surat undangan relevan dari China

Silakan kalau yang mau coba intip-intip, klik disini. Pilih yang ‘How to get a Visa’ lalu ‘Step by step guidance’.

Untuk harganya, klik disini.

Gimana, males gak ngurus Visa China dari Jakarta? 😀

Dimana ngurus VOA Shenzhen?

Di Lo Wu Station. Untuk sampe ke Lo Wu Station, biasanya kita akan ada transit di Hung Hom Station. Disana ada 2 jenis kereta yang akan melintas, jangan sampe salah naik ya. Naik yang ke arah Lo Wu Station.

Konon katanya, VOA Shenzhen HANYA bisa diurus kalau masuk Lo Wu Station. 

Setibanya di Lo Wu, ikutin aja petunjuk yang mengarah ke bagian pengurusan Visa. Ikutin jalur yang untuk Foreign ya. Naik tangga di sebelah kiri, tempat mengurus VOA ada di lantai 2. Kalau nyasar-nyasar dikit, tanya petugas aja.

Dari berbagai sumber yang gue baca dokumen yang dibutuhkan cuma,

  • Paspor
  • Shenzhen Visa Application Card (tersedia disana)
  • CNY 168

Urutan prosesnya begini,

  • Ambi nomer antrian
  • Isi formulir
  • Duduk manis, nunggu
  • Nomer dipanggil dan kasih berkas
  • Duduk manis lagi sambil data kita diverifikasi
  • Kalau lolos, nomer kita dipanggil lagi dan bayar di loket pembayaran
  • Duduk manis lagi sambil nunggu paspor kita ditempelin visa
  • Nomer kita dipanggil lagi dan ambil paspor

Mudah dan cepat kan? TAPI. Silakan scroll lagi.

Pertama, ambil nomer antrian. Kedua, isi formulirnya. (1 orang 1 nomer antrian)
Ketiga, duduk manis. Ini ruang tunggunya. Masih sepi.
  • Loket 1-3 : Kasih berkas
  • Loket 4 : Pembayaran
  • Loket 5 : Pengambilan paspor

Lalu, nomer gue dipanggil. Disinilah keriweuhan dimulai. Ntah deh ya, apa karena gue paspor baru jadi paspornya masih kosong atau ya apes-apesan aja (petugas imigrasi kan emang gak ketebak).

P : Where will you go?

G : Splendid China.

P : Where will you stay?

G : Only 1 day trip.

P : Show your ticket.

G : (Gue tunjukin tiket pulang dari HP)

P : Print your ticket (sambil nunjuk ke arah luar)

Akirnya gue keluar dan bertemu petugas lainnya.

G : I want print my tickets (sambil nunjukin HP)

P : WeChat?

G : Don’t have

P : (Ngasih kertas laminating sambil nunjuk kirimnya kesini dan password untuk wifi)

(Berhasil konek, tapi ngirim email nguing-nguing terus)

Ellyne : Ini kan di China, Google gak acceptable disini

Singkat cerita, ternyata si Clau nginstall WeChat hahaha syukurlah. Akirnya Clau kirim tiket kami (3 dokumen) ke WeChat si petugas. Setelah semua ke print, kita bayar CNY 50. Pas kami cek, ternyata ada 1 tiket yang gak ada. Kita jelasinlah kalo ada 3 file yang di print. NYEBELINNYA DIA NGOTOT UDAH PRINT 3-3 NYA. Sampe akhirnya gue masuk ke dalam ruangan untuk betul-betul nunjukin kertas yang udah gue pegang kalo ada 1 tiket yang gak ada. Setelah debat, akirnya dia print 1 tiket yang gak ada itu.

Karena udah banyak waktu yang jadi terbuang, gue langsung ke loket tadi pagi. Gue kasih 6 paspor, 6 nomer antrian (tadi) dan 6 tiket. Dan ada momen yang menyebalkan disini.

  • Logat mereka sulit dipahami yekan
  • Petugasnya ngomong sambil pake masker
  • Obrolan kami tertutup oleh kaca

Bisa bayangin kan gimana susahnya gue ngobrol sama dia. #SEDIH

Singkatnya, dia cuma mau gue kasih yang tiket Hong Kong – KL dengan lingkaran (pake pulpen) pada bagian,

  • Tanggal kepulangan
  • Hong Kong – KL
  • Nama (kalo gak salah)

Setelah proses verifikasi, pengajuan kami diterima dan melakukan proses pembayaran di loket sampingnya. Tunggu bentar lagi karena mereka perlu tempel visa di paspor dan lalu selesai.

Lama waktu yang dihabiskan adalah 2 jam hahaha 😀 Gue baca di blog lainnya, sebetulnya proses VOA ini bisa cuma 15-3o menit aja. Ya mungkin gue lagi kurang beruntung.

Kayak yang gue bilang di atas, petugas imigrasi itu gak bisa ditebak. Jadi pas gue lagi proses ngurus (yang setelah print tiket), gue ngeliat kalau orang-orang lain itu gak pake acara nunjukin tiket / dokumen lainnya. Cuma paspor dan form aplikasi aja. #GEMASH gak sih 🙁

Trus ngapain lagi setelah dapet Visa Shenzhen?

Turun lagi ke lantai 1 dan isi Departure & Arrival Card. Ya itu sih emang seperti biasa ya kayak kita di pesawat kalau mau ke negara lain.

Dan dilanjutkan ke bagian inspeksi.

Ini juga kayak biasa.

 

Apa VOA Shenzhen bisa dipake untuk masuk ke kota lainnya di China?

Tidak bisa.


Akhir kata, begitulah proses dan cerita mengurus VOA Shenzhen.

Don’t forget to click the share buttons! Semoga bermanfaat ya! smilies_fb5ly1x373yj.gif

BACA JUGA:

2 thoughts on “Cara Mengurus Visa On Arrival (VOA) Shenzhen Untuk Orang Indonesia

    1. hai ria 🙂 ngurus voa nya bulan maret akhir tahun 2017 ini.. lengkap ceritanya ada di post “Panduan Lengkap” ctrl F boleh…
      semoga membantu ya! 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *