Jalan-Jalan ke City Hall dan Namsan Tower Serta Belanja di Myeongdong dan Dongdaemun (4/6)

Gimana cara ke City Hall, Namsan Tower, Myeongdong dan juga Dongdaemun? Mau tau tempat oleh-oleh murah? Berapa HTM-nya? Temukan juga tips lainnya.

Penasaran gimana caranya Biaya Liburan ke Korea Gak Sampe 8 Juta (6D/5N)?
BACA: Jalan-Jalan ke Korea, Sejam Aje 😀

Sabtu, 6 Mei 2016

Welcome Sabbath! Seneng banget bisa bergereja di negara lain. Ini kedua kalinya gue bergereja di negara lain, pertama pas di Phuket tahun lalu. Tapi pastinya, gue ga membiarkan diri gue pelanga-pelongo di gereja hehehe. Jadi gue selalu cari International Adventist Church 🙂

Everywhere we go, we will always have our family out there.

Dengan bantuan temen gue, Abi, gue dikenalin sama temennya yaitu Sai. Dikenalinnya lewat Facebook, dan kita kontak-kontakan lewat Facebook (doi ga pake WA / Line, sedih). Sebenernya sempet Googling juga lokasi gereja di Seoul, tapi ada banyak gereja yang muncul, dan takut udah pindah lokasi atau lainnya.

Nama gerejanya FILSDAK – Filipino-International Seventh Day Adventist Church in Korea. Ya, kebanyakan yang disana Pinoy. Gerejanya dekat dengan Hoegi Station. Keluar stasiun, tanya aja ke arah Samhyook Hospital. Just a ten minute walk from station to church. Tapi perlu di note, kalau di Samhyook Hospital ini ada 3 gereja Advent (2 Korean, 1 English). Jadi sebelum masuk pastiin tanya ini yang International Church atau bukan.

Perkiraan 45 menit perjalanan, jadi kami berangkat jam 8:30 pagi. Setelah gue tiba disana, gue udah gak terlalu kontakan sama Sai. Tapi entah kenapa, tiba-tiba hari Jumat malem gue buka Facebook dan ternyata ada message dari Sai. Dia menawarkan untuk jemput kami di Hoegi Station. Awalnya kami bilang gausah, ngerepotin bla-bla-bla. Singkat cerita, kami mengiyakan bantuannya untuk ketemuan di Hoegi Station. Setelah kami ketemu, baru dia bilang ternyata ada 3 gereja berdekatan di Samhyook, makanya dia menawarkan untuk ngejemput supaya kami ga salah masuk gereja. Baik bangeeeeett :))))

Kami tiba di gereja jam 09:25 pagi. Pas kami sampe, mereka lagi prayer circle.

More prayer, more power

Hal yang gue dapet dari pelajaran Sekolah Sabat hari itu adalah “Don’t think Sabbath have many don’ts!” Dan ada 1 lagu pujian yang menyentuh hati, ini liriknya. Watch the video on Youtube.

If it matters to you, it matters to the Master
He wants to share the burdens you bear
Whisper peace when your world gets shattered
If it’s your greatest joy or your deepest pain
Or you’re really needing an answer
If it matters to you, it matters to the Master

Before the service
After the service | Jauh-jauh ke Korea, ketemunya orang Indo juga hahaha

Selesai kebaktian disini jam 12:30, dan lanjut potluck. Kenyang rohani, kenyang jasmani. AMEN.

Siangnya kami melanjutkan perjalanan dengan melihat keindahan yang ada di Seoul. City Hall. “City Hall didirikan pada tahun 1926, Seoul City Hall merupakan sebuah bangunan batu bergaya Renaissance. Tempat ini juga terkenal di mana puluhan ribu penggemas sepak bola Korea datang untuk memberi dukungan selama berlangsungnya Piala Dunia 2002. Halaman rumput oval yang ada di depan Seoul City Hall, dibangun kembali pada tahun 2004, dan digunakan sebagai tempat untuk menggadakan berbagai macam acara dan festival budaya seperti “Hi! Seoul Festival”, dan tempat ini banyak digunkan oleh warga Seoul sebagai tempat beristirahat.” Dikutip dari sini.

Ada sesuatu yang menarik perhatian gue banget disini. Persis depan Seoul City Hall, kami ngeliat ada sekelompok orang yang bisa dibilang lagi kebaktian. Awalnya gue kira pengamen nyanyi lagu gereja. Tapi setelah gue perhatiin lagi, selain nyanyi juga ada ngomong-ngomongnya. Mereka nyanyiin lagu “I’d Rather Have Jesus Than Anything”. Click for full version lyric. Detailnya nanti gue share di video dokumenter ya. Menyusul! 🙂

Pas kami kesana, lagi ada Seoul Friendship Fair. “Seoul Friendship Fair is attended by 300 performance teams from sister cities from over 14 different countries as well as teams from foreign embassies, tour agencies, and cultural centers from over 60 countries. A wide spectrum of unique culture events will be taking place, including traditional performances and sampling of cuisine from around the world. Other events include traditional costume shows and a traditional folk art exhibition.” Jadi lagi rameee banget.

Selanjutnya kami mau ke Namsan Tower. Ini jalannya lumayan jauh banget. Maksudnya kami yang jalan kakinya kejauhan hahaha. Sebenernya bisa naik kereta dari City Hall Station ke Seoul Station, tapi kemaren itu kami jalan kaki. Sambil liat-liat pemandangan di kota Seoul.

Rute bus ke Namsan Tower

02 – Seoul Animation Center, Toegyero 3(Sam)-ga Traditional Korean Village – Chungmuro Station, Dongguk Univ Station, National Theater of Korea

03 – Seoul Square, Hoehyeon Station, Hanganglin Station, Yaksu Station, Dongguk Univ. Station

05 – Namdaemun, Myeongdong, Chungmuro Station, Cheounggu Station, Yaksu Station

Lebih lengkapnya bisa lihat disini.

Jadi untuk ke Namsan Tower, kita harus naik bus lagi. Maksudnya ga bisa cuma naik kereta. Kemaren kami naik dari Seoul Square (sebrangnya Seoul Station), jadi kami naik bus nomor 03. Disini kami rada kesulitan nih cari informasi. Jadi kami udah depan Seoul Station, tapi bingung naiknya dari sebelah mana. Kami tanya-tanya ke beberapa orang, tapi pada bingung juga. Ada yang bingung, ada yang ga bisa bahasa Inggris. Tapi akhirnya ada juga yang bisa bantuin kasih info. THANK YOU! 🙂 Oya, kalo cuma sekedar ke Love Locks, ke Namsan Tower ini gratis ya.

Pulangnya kami ga naik bus 03 lagi, tapi bus 05. Karena kami mau langsung ke Myeongdong. Jam 17:45 kami naik bus menuju Myeongdong.

Setibanya di Myeongdong, kami langsung disambut pemusik jalanan. Disini lumayan banyak orang yang suka nyanyi-nyanyi di pinggir jalan. Dan enaknya, ada yang ngerumunin jadi ga krik-krik hahaha. Di Dongdaemun ada, di Hongdae juga ada.

Disini kami memulai lirik-lirik untuk belanja. Baik untuk pribadi maupun oleh-oleh. Ga cuma belanja, icip-icip makanan juga. Tapi sayangnya lidah kami ga terlalu kuliner, jadi ga bisa kasih banyak review tentang makanan. Jangan tanya tentang rasa juga. Lidah gue cuma kenal enak dan ga enak. Ga tau mana yang enak dan enak banget hahaha.

(1)
(2)
(3)

Di Myeongdong kami kebanyakan belanja kosmetik. Lelah muter-muter di Myeongdong, kami lanjut ke Dongdaemun. Konon katanya disini ada toko yang pegawainya bisa berbicara bahasa Indonesia, dan pastinya MURAH.

Nama tokonya Arirang Souvenir Shop, Doota Mall 6th floor. Kenapa murah? Di Myeongdong harga sendok sumpit 3,000 won ke atas. Disini cuma 1,500 won, udah gitu beli 10 gratis 1 lagi. Murah kan :))))

Ini penampakan tokonya
Isi toko

Kocaknya, untuk memastikan ini toko yang dimaksud murah, pas masuk kami langsung tanya,  “Disini kalau beli sendok beli 10 gratis 1 ya?” Hahahaha. Cape di Myeongdong, semua penjual kasih harga 3,000 won untuk sendok sumpit.

Detail tentang apa aja yang bisa dibeli dan dijadikan oleh-oleh, serta informasi harganya, di postingan selanjutnya ya.

Begitu udah dapetin semuanya, kami pun pulang. Tiba di Hongik Station jam 21:30, dan lanjut nyuci di kamar hahaha :))) — supaya ga bawa pulang banyak baju kotor :p

Kamar kami yang super kusut hahaha

trazy.com

Note: Penasaran gimana cara liburan hemat ke Korea ala gue? Cus klik disini :)))) Don’t forget to subscribe! 😀



Booking.com



2 thoughts on “Jalan-Jalan ke City Hall dan Namsan Tower Serta Belanja di Myeongdong dan Dongdaemun (4/6)”

  • Wah asik bgt baca nya.. Rencana ke korea November sama suami.. Kl. Minggu pagi sampe siang gereja dulu rencana cari gereja yonggi Cho.. Trus ke pengen ke namsan malam biar dpt city light.. Enak nya siang sampe sore kmn ya sist? Makasih

    • hai friska 🙂 wahhh seruuu nihh november, daunnya cantiikk lagi fall kan
      bagus juga sih malem kalau emg mau dapet city lightnya
      tapi paling udh agak gelap kalau mau foto sama gembok2nyaaa
      kalau baca org2 sih, kayakny banyakan siang ga sih kesana?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *