Mindfulness

Pagi ini gue baru ngeh udah lama ga baca salah satu blog kesukaan gue. And i found something interest.

Nah, mindfulness sendiri kalo gue cari artinya di Wikipedia kurang lebih gini nih: a state of active, open attention on the present. When you’re mindful, you observe your thoughts and feelings from a distance, without judging them good or bad. Instead of letting your life pass you by, mindfulness means living in the moment and awakening to experience.




Kurang lebih buku barunya ini menceritakan dengan runut langkah-langkah untuk sampai di titik mindful, atau dalam bahasa Indonesianya, sesuai dengan judul bukunya, “Sadar Penuh, Hadir Utuh.” Salah satu contoh singkatnya, kalo lagi ngedate jangan sambil mainan hape, kasian yang diajak ngedate, hehe… Atau kalau lagi ngerjain tugas jangan sambil browsing sana sini atau sibuk buka Path, Pinterest, Instagram, dan sebagainya… no wonder deadline has the word “dead” in it. Emang mampus beneran ketika kerjaan nggak kelar-kelar gara-gara fokus kita ambyar ke sana ke mari.



Gue coba cari di Gugel, pengen dapet arti kata yang lebih simpel.

Mindfulness = perhatian penuh.

Cukup tertarik dengan kata yang baru gue denger ini. Peratiin deh, sejak perkembangan gadget dan internet semakin maju, kita sulit banget untuk bisa menaruh perhatian penuh pada sesuatu hal yang ada di depan mata atau yang lagi kita kerjain. Sebentar-bentar buka Youtube, liatin download-an, buka Path, liat Instagram. Lagi ngumpul sama temen or keluarga, atau dating sekalipun, pasti tangan ga bisa lepas dari gadget. Bahkan yang lebih miris, tanpa kita sadari, secara berkala kita selalu mengecek handphone (gak cuma untuk cek Whatsapp or email, tapi untuk buka sosmed). Bagus juga sih kalo kita bisa (selalu) menempatkan jiwa, raga serta pikiran sesuai tempatnya.

BACA:   Sometimes

Ada saatnya kita hadir di dunia maya, namun ada saatnya juga kita perlu hadir di dunia nyata.

SADAR PENUH, HADIR UTUH.

 




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *