Dibalik Sulitnya Memiliki Rumah dan Cara Bijak Menghadapinya

Siapa yang tidak ingin memiliki rumah sediri? Siapapun pasti sangat berharap untuk bisa beristirahat setiap hari di rumah milik sendiri dengan tenang. Hai hai sobat sobat semua, di hari yang sangat cerah ini, gue pingin berbagi tentang beberapa hal yang sangat penting yang menurut gue sangat relevan dengan keadaan masyarakat saat ini.

Ini adalah tentang topik kepemilikan sebuah rumah, tapi bukan hal yang sudah umum dibahas semisal Surat Jual Beli, Akta Tanah, DP KPR, developer nakal dll. Tapi tentang fakta dan hikmah ringan saja, check this out! 😀


Jika saat ini teman-teman adalah seorang yang belum berkeluarga, maka wajib membaca beberapa kalimat di bawah ini.

Rumah adalah suatu harta yang sangat dibutuhkan oleh manusia, tidak bisa ditunda dan dinanti-nanti. Jika sudah berada di musim hujan atau musim kemarau panjang, tidak ada tempat lain yang lebih nyaman untuk berteduh selain di rumah milik sendiri.

Jadi, jangan mentang-mentang belum berkeluarga, dan dari pada menghamburkan uang gaji setiap hari untuk berhura-hura dengan teman-teman, lebih baik simpanlah uang tersebut untuk membeli sebuah rumah untuk kebutuhan masa depan. Ingatlah saat nanti dimana sebuah rumah untuk tinggal sangat dibutuhkan oleh sebuah keluarga, pasti!

Mungkin saat ini diantara teman-teman tidak terlalu sadar dan belum terlalu mau memikirkan tentang sebuah rumah, tetapi percayalah di masa depan, rumah adalah salah 1 hal penting yang patut diwujudkan.

Jika teman-teman sudah berkeluarga, inilah saatnya.

Inilah saatnya untuk menabung dan mengumpulkan uang dan membeli rumah untuk keluarga. Jadi tidak ada lagi kata boros yang keluar dari perbincangan keluarga, yang ada bagaimana secepatnya untuk bisa memiliki sebuah rumah.

BACA:   She Passed Away!

Tidak ada lagi kata “Nanti saja nabungnya, nanti saja beli rumahnya.” Harga rumah selalu naik dan semakin lama semakin tinggi, jangan sampai telat! Kalau bukan sekarang, kapan? Kuy gengs 😀

Zaman Old vs Zaman Modern

Apa hubungannya zaman modern dan topik kepemilikan sebuah rumah? Mari kita bahas.

Ah, jika sobat tahu zaman dahulu (old), dulu sangat sulit sekali untuk mencari informasi pasar rumah, maksudnya informasi mengenai jual beli rumah. Zaman dulu, mungkin sebelum tahun 2000an, kita hanya bisa mengandalkan iklan baris di koran untuk bisa mendapatkan informasi jual beli rumah. Dengan hanya teknologi seperti itu, bagaimana mungkin kita bisa mendapatkan informasi yang akurat dan lengkap? Itulah zaman dahulu.

Oya, jika teman-teman tidak tahu apa itu iklan baris berikut saya tampilkan penampakannya. Iklan baris adalah sebuah iklan yang terbit di halaman surat kabar (tanpa gambar), bentuknya mirip seperti ini.

Dibalik Sulitnya Memiliki Rumah dan Cara Bijak Menghadapinya

Zaman Modern: Kita bisa mencari rumah dari Sabang sampai Merauke dari tempat tidur.

Ini bukan lebay kan? Iya kita bisa mencari informasi apapun di internet melalui sebuah telepon genggam dengan tetap tiduran ditempat tidur.

Mau mencari rumah seperti apa? Contoh, lihat halaman rumah ini untuk datanya, disana kalian bisa dengan mudah mendapatkan rumah yang sesuai dengan harga dan fasilitas yang ada. Jika dulu kita harus membeli sebuah koran untuk melihat beberapa kalimat teks informasi jual beli rumah yang berwarna hitam putih, kini hanya dengan usapan jari di layar telepon genggam sobat bisa mencari rumah apapun dengan sangat singkat. Dari harga, ukuran, foto-foto berwarna, lokasi, fasilitas dan masih banyak yang lainnya.

BACA:   #CafeReview: B'Steak, Cerita & Cyrano Cafe

Tunggu, mudahnya mencari informasi rumah, tetapi mengapa banyak yang kesulitan untuk mendapatkan sebuah rumah?

Itulah fakta sedih yang harus kita terima, dari data ini saja disebutkan bahwa sekitar 40% warga negara kita tidak bisa membeli rumah! Dan 60% bisa beli rumah. Hampir setengahnya tidak mampu memiliki rumah, ini fakta!

Dibalik Sulitnya Memiliki Rumah dan Cara Bijak Menghadapinya

Lalu apa dibalik semua fakta ini dan bagaimana cara kita menghadapinya?

Konyol memang jika kita menyalahkan orang lain apalagi menyalahkan pemerintah, tetapi kita masih bisa setidaknya berharap yang lebih baik terhadap mereka.

Jika kita anggap cicilan rumah rata-rata berada dikisaran 3-5 juta, seharusnya menurut gue gaji UMR itu berada dikisaran 8-12 juta. Contoh, kita ambil saja gaji 10 juta. Cicilan rumah 3,5 juta + biaya hidup sekeluarga dengan 2 anak adalah 4 juta. Berarti total pengeluaran 7,5 juta. Dengan sisa 2,5 juta ini bisa untuk dijadikan simpanan dan bisa juga untuk berbagi dan untuk dana darurat.

Nah, jika saat ini anggap saja UMR Jakarta dibawah 4 juta, bagaimana kita bisa memiliki rumah jika bukan karena takdir dan kebaikan Tuhan. Gue tahu, tahu banget bahwa kita bisa mencari rumah sangat-sangat murah dengan cicilan ringan atau dengan berhemat, tetapi percayalah itu bukan jalan keluar yang bijak.

Hidup itu hanya sekali, jadi pastikan juga kalian menikmatinya dan bukan malah dikejar-kejar bayaran cicilan tinggi penguras gaji setiap bulan, benar? Kecuali teman-teman mampu, it’s okay 😀

Gue tidak menyalahkan siapapun disini, hanya saja terkadang merasa miris dengan UMR dan pendapatan masyarakat yang sangat jauh dari angka 10 juta. 10 juta itu hanya sekitar $1000 US dimana kalau kata bule mah angka $1000 merupakan angka yang sangat kecil.

BACA:   Laptop ASUS VivoBook Flip TP301UJ - Gold

Lalu, bagaimana cara menghadapinya?

Kita jangan mengeluh, hari ini masih bisa hidup saja sudah merupakan anugerah.

Oke, solusi pertama dan satu-satunya adalah cari tambahan lain untuk pemasukan. Jika sobat pernah membaca artikel tentang siapa saja orang terkaya di dunia, maka sobat akan tahu bahwa mereka rata-rata adalah seorang pengusaha.

Jadi, jika gaji bekerja diperusahaan hanya 4 jutaan, maka lebih baik sedikit-sedikit bangunlah sebuah usaha. Jangan gampang nyerah ya kalau gagal, karena gagal itu biasa dan putus asa baru bahaya. Ga perlu gue terangin lebih detail tentang bagaimana orang-orang kaya dulunya pantang menyerah, bisa cari di Google ya haha 😀

Terakhir, tetaplah bersyukur. Wajib. Itulah cara paling bijak untuk menghadapi kenyataan tetang sulitnya mendapatkan sebuah rumah. Tetapi tetap berusaha menabung dan jangan boros plus hura-hura. Gue yakin, sangat yakin semuanya bisa membeli rumah asal ada kemauan yang tulus dan ikhlas serta pantang menyerah.

Well, gue akhiri sampai disini, semoga kita bisa mengambil hikmah dari tulisan ringan ini. Ingat, mengontrak rumah tidak salah, jalan-jalan dan hiburan juga tidak salah, tetapi jika berlebihan dan sampe tidak memikirkan untuk beli rumah, itu baru edan hahaha 😀

Selamat Hari Lebaran bagi yang merayakan, mohon maaf lahir dan batin yaaaa. Selamat berlibur juga untuk teman-teman yang tidak merayakan 😀




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *