Gak Perlu Muluk Buat Dicoblos Jadi Gubernur DKI

“Gak perlu muluk buat dicoblos jadi Gubernur DKI, sekedar jadiin role model aja dulu.”




Gue lupa kapan tepatnya dapet blast-an pdf ini di Whatsapp Group. Pastinya begitu dapet gue langsung nge-blast lagi. Tapi, karena tingkat malas dan pikun yang begitu tinggi, gue baru sempet mulai baca dan ngelarin siang tadi. Sebenernya gue gak termasuk orang yang cukup peduli dengan politik. Karena malas menemukan perdebatan. Tapi tokoh yang 1 ini bikin geregetan kalau gue gak ikutan nge-share informasi bagus yang gue dapet.



Sejauh ini sih cuma ada 2 sumber yang menarik perhatian gue. Emang cuma 2 ini yang gue baca deng 😀

  1. Edward Suhadi
  2. Rudi Valinka => yang kicauannya dijadiin buku ‘A Man Called Ahok’

Dan yang mau gue share kali ini, sebagian dari kicauan Rudi Valinka.

Selamat membaca! 😀


17. Pada saat gue menginjak tanah Belitung Timur, jika bertanya soal #AHOK maka orang Belitung selalu menyebut kebaikan dan kiprah bapaknya.

23. Untuk membuktikannya, gue cari contoh 1 hasil proyek tauke ini yang masih ada: gedung SDN 06 yang sekarang sudah berusia 25 tahun.

24. Kalo gedung SD kaya gitu dibangun sama developer tipikal mark-up, gue jamin 10 tahun aja sudah mau ambruk.


26. Kim Nam tipikal orang yang tidak tegaan dengan siapa pun yang datang minta pertolongan, mulai dari urusan sekolah, berobat, hingga minta makan.

27. Kim Nam ini rela membantu orang walaupun dia nggak punya duit sama sekali, yakni dengan cara meminjam lagi ke orang lain. Ini luar biasa.

29. Bahkan, menurut pengakuan sopir pribadi Kim Nam, dia pernah disuruh untuk pura-pura pinjam duit ke kakek neneknya #AHOK untuk bisa bantu orang.

30. Mengapa lewat sopir? Karena kakek neneknya Ahok sudah stres dengan kebaikan Kim Nam yang sering bantu orang tanpa peduli kantong sendiri.


“The purpose of life is not to be happy. It is to be useful, to be honorable, to be compassionate, to have it make some difference that you have lived and lived well.” – Ralph Waldo Emerson


61. Dari kecil #AHOK memang sudah nampak mental petarungnya. Jika dia ingin, maka harus bisa. Sekolah pun dijabanin walaupun masih belum cukup umur.

BACA:   Child Evangelism

63. Cerita sedikit soal kakek neneknya #AHOK yang sekarang berumur 92 tahun. Mereka masih serasi lho. Ke mana-mana harus berdua dan masih suka cemburuan.

64. Dari info #AHOK sendiri, resep hidup harmonis kakek neneknya: semarah/ berantem apa pun, mereka berdua harus tetap seranjang.


83. Menurut Pak Mus, Ahok sangat disiplin di sekolah, dia tidak pernah bolos, dan absensinya penuh terus. Sejak kecil ke sekolah jalan sendiri lho.

88. Menurut Pak Mus, hanya #AHOK yang bersikeras tidak mau meninggalkan kursinya. Dia ikut kelas pelajaran agama Islam. Dia menyimak sekali.

91. Banyak hal yang dipelajari Ahok selama belajar agama Islam. Beberapa dia aplikasikan lho, seperti ikut bayar zakat yang menurut dia keren.


“We are what we repeatedly do. Excellence, therefore, is not an act but a habit.” – Aristotle


136. “Hok, kamu bisa pintar karena gizi, istirahat, dan waktumu cukup. Sebenarnya kalo temen-temenmu sama kaya kamu hidupnya, kamu pasti kalah,” kata bokapnya.

137. Ucapan berulang-ulang yang dikatakan bokap #AHOK inilah yang membekas di hati Ahok. Orang bisa cerdas jika gizi tercukupi.

141. Maka, jangan heran saat #AHOK menjabat Bupati Belitung dia luncurkan kesehatan dan sekolah gratis untuk pertama kalinya di Indonesia.

142. Begitu juga di Jakarta, #AHOK lebih concern memberikan beasiswa kepada mahasiswa Jakarta dengan menganggarkan APBD hingga 2,7 triliun. Luar biasa.


“No one has ever become poor by giving.” – Anne Frank


159. Menurut Pak Sayono, #AHOK itu sangat gesit dan cepat, makanya harus ditendem dengan orang yang cepat juga. Jadi, jangan heran 16 bulan Belitung Timur sukses.


178. Saat itu ada acara sidang anggota DPRD, Pak Bachtiar bertugas menurunkan bangku-bangku untuk tamu-tamu undangan. Saat itu #AHOK melintas lewat.

179. #AHOK berhenti dan melihat Pak Bachtiar bekas gurunya. Lalu dia katakan, sudah Pak biar saya yang kerjakan ini. Pak Bachtiar menolak.

BACA:   That's Gonna Be Hard

180. #AHOK terus memaksa agar dia yang A Man Called #AHOK 57 kerjakan tugas Pak Bachtiar. Beliau pun terharu dengan sikap bekas muridnya ini. Di sinilah titik baliknya.

181. Padahal, menurut Pak Bachtiar, bekas muridnya banyak yang jadi pejabat. Namun, hanya #AHOK yang memiliki rasa hormat sedemikian tinggi.


“Hormat kepada orang yang lebih tua dan guru-gurunya adalah kunci keselamatan #AHOK selama ini, katanya. Dia banyak didoakan oleh orang yang ditolong. Menurut Pak Bachtiar, kita nggak usah heran berpuluh-puluh serangan keji kepada #AHOK selalu bisa dilewati dengan baik, itu karena doa orang-orang tulus.” (183-184)


192. Tujuan selanjutnya adalah bertemu dengan Bapak Nirwan, guru biologi SMP #AHOK. Namun, sayang beliau tengah menderita sakit dan sedang rawat jalan.

194. Saat gue bilang dari Jakarta mau tanya kesan soal #AHOK, Pak Nirwan begitu semangat. Dia mencoba untuk bangun untuk sekadar ingin bicara.


221. Dia (Ahok) melihat dan mendengar sendiri bagaimana kelakuan biadab oknum-oknum aparat hukum maupun pejabat yang datangi rumahnya untuk memalak.

222. #AHOK tidak pernah belajar ilmu politik. Dia belajar politik secara otodidak dari apa yang dia lihat, dia dengar, dan dia rasakan dari kehidupannya.


228. Namun, Kim Nam bersikukuh: “Hok, kamu tidak boleh pergi ke luar negeri, rakyat miskin membutuhkan kamu.”

229. #AHOK sempat membantah ucapan bokapnya: “Mana mungkin, muka minyak babi seperti kita bisa jadi pejabat?”

230. “PERCAYALAH, SATU HARI KELAK RAKYAT AKAN LANGSUNG MEMILIHMU UNTUK PERJUANGKAN NASIB MEREKA,” kata bokap #AHOK di tahun 1995


236. Gue menuju rumah Pak Kani. Beliau dahulu adalah seorang kepala desa pembenci #AHOK No. 1 saat Pilkada Bupati Belitung Timur.

251. Dari sinilah akhirnya Pak Kani berubah dari seorang pembenci #AHOK No. 1 menjadi pendukung Ahok garis keras. Dia menyadari kesalahannya.


“It is time for parents to teach young people early on that in diversity there is beauty and there is strength.” – Maya Angelou


283. Dia pun masih nggak tahu siapa orang yang sudah melakukan transfer dana hajinya. Hingga 1 bulan sebelum keberangkatan haji, dia dipanggil #AHOK

BACA:   Sweet Hour of Prayer #2

291. Dia mengatakan di hati #AHOK tersimpan kelakuan sifat seorang Islami walaupun Ahok bukan Islam, 84 A Man Called #AHOK menolong tanpa pamrih, pemimpin warga yang teladan.

306. Pak Agung berkata, mereka yang saat ini masih tidak suka dengan #AHOK hanya karena masih tertutup hati kecilnya saja. Mereka tidak mau jujur dengan fakta.


350. Walaupun saat ini gue nggak sepaham lagi dengan #AHOK, tapi gue akuin Ahok adalah ASET BANGSA.

351. Rumah gue di Sunter, di zaman sebelum #AHOK ada, kotor dan baunya minta ampun. Sekarang bersih dan enak dipandang. Tuh kata doi.


386. Menurut Bu Yana, saat Basuri masih jadi dokter, tidak jarang jika ada orang susah yang berobat, dia kasih gratis biaya dokter + obat + ongkos.

387. Maka, jangan heran jika melihat kemajuan bisnis apotek ini tidak akan pesat karena keuntungan yang diperoleh sedikit sekali, karena faktor donasi.

397. Satu hal yang gue pelajari dari keluarga #AHOK, mereka tidak pernah kapok/menyesal dengan perbuatan baik yang dilakukan walaupun berujung dengan fitnah.

398. Gue nggak tahu masuk di level apa ya orang dengan keteguhan mental seperti ini. Nggak peduli terus berbuat baik, walaupun dia tau ujungnya malah disakiti.


“Ingat saja pepatah Tiongkok, “Sebelum bunyi empat paku di atas peti mati kamu, kamu tidak bisa nilai orang lain itu baik atau buruk.” Nanti kamu baru tahu apa yang saya kerjakan.” — Basuki Tjahaja Purnama


Penasaran gimana lengkapnya? Kuy download A Man Called Ahok (pdf).

Abis download, jangan lupa share lagi yah.

Big thanks to @kurawa! Sangat menginspirasi 😀

 




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *