Karena Kamu Harus Mendoakannya

Siang itu aku berbincang-bincang dengan seorang staff UNAI. Sebut aja namanya Mam A. Ternyata dulu mam ini kuliah di UNAI, ambil D2 sekretaris. Mam A menceritakan gimana kehidupannya sewaktu kuliah. Beliau tinggal di salah satu rumah dosen, yang sampai sekarang juga masih jadi dosen di UNAI. Dosen ini kita sebut aja Mam B. Ternyata Mam B ini dulu galak banget. Apalagi kalo uda nyuruh, bener-bener gak pake perasaan. Biasanya, baik pembantu atau pun mahasiswa gak ada yang betah tinggal lama-lama disana. Palingan sekitar 1 atau 2 minggu trus mereka pada cabut. Tapi Mam A ini bertahan sampe 1,5 tahun.




Gak jarang Mam A ini nangis di kamar. Gak jarang juga beliau nulis surat atau telpon untuk mengadu sama sang ayah dan ibu kalau dia uda gak betah lagi tinggal di rumah Mam B ini.



(Sebelomnya aku mau sedikit cerita kenapa Mam A sampe bisa tinggal di rumah Mam B. Jadi di awal masuk kuliah, Mam A pengen banget tinggal di rumah dosen supaya bisa meringankan beban ekonomi keluarga. Dan tanpa dia mencari-cari rumah dosen mana yang akan mereka tuju, tiba-tiba Tuhan menunjukkan rumah dosen melalui orang yang tak disangkanya.)

Sampai pernah suatu kali ketika dia mengadu pada sang ayah, tapi ayahnya malah berkata,

“Nak, kalo kamu diperlakukan semena-mena sama orang lain berarti kamu gak boleh berlaku semena-mena sama orang lain. Kalo kamu diperlakukan dengan tidak berperasaan berarti kamu gak boleh berlaku dengan tidak berperasaan seperti itu. Yang harus kamu ingat, kamu gak boleh menyakiti orang lain karena kamu perna merasa disakiti. Mungkin kamu bertanya kenapa aku harus bertemu dengan orang itu? Jawabannya hanya, KARENA KAMU HARUS MENDOAKANNYA.”

Sejak itu, beliau selalu mendoakan Mam B supaya Tuhan mengubahkan sifatnya itu. Singkat cerita, Mam A gak kuat lagi dan dia bilang ke Mam B kalo dia pengen pindah dari rumah itu. Ternyata tanpa disangka Mam B malah bilang, “Jangan A, kamu gak boleh pergi. Karena aku sayang sama kamu. Aku uda anggep kamu seperti adikku sendiri.” Dan mereka pun bertangis-tangisan. Setelah itu hubungan mereka jadi sangat baik hingga hari ini.

BACA:   Sweet Hour of Prayer #2

1 Tesalonika 5:17

Tetaplah berdoa.

 

 

 

 

 




0 thoughts on “Karena Kamu Harus Mendoakannya”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *