Karena Semua Akan Baper Pada Waktunya

Perdana bikin content di kereta, walau emang sih rada males typing di hape. Gak demeeen. Tapi mayanlah mengisi kekosongan atas kebodohan gue di hari Minggu ini. Sangat hari Minggu yang gak produktif, penuh mager-baper-laper. Setidaknya gue punya 1 jam yang produktif.

Bulan November ini gue gampang baper banget. Bukan baper karena cinta-cintaan, jauh dari itu. Ada beberapa hal yang sedikit memaksa pikiran gue untuk cepat siap menjalaninya. Sebagian catatan kecil ini didasari atas kesukaan gue akan human interest.


Pertama, kehidupan bersama teman keseharian gue. Well, soon, gue bakal cabs dari kantor gue sekarang ini. Udah 2.5 taun gue di company sekarang, dan di client yang sama selama 2 taun. Bakal rindu sama temen-temen seproject, yang sekitar 2 taun ini mengisi hari-hari gue. Rasa-rasanya, tiap hari gue jadi ngehargain tiap momen yang gue laluin bareng mereka. Ada momen makan bareng jadi baper, ada momen ketawa ngakak aja jadi baper coba. Udah gila kan. Beragam karakter temen-temen gue di project, yang suka ngegemesin, yang perhatian, yang suka tingkah aneh, yang demen ngebully, yang enak dibully, yang rakus, but I love them! Belum pernah gue sesedih ini mau cabs. My more-than-officemates are better than yours! Pastinya ada banyak yang gue pelajari dari masing-masing mereka, baik yang udah resign duluan, atau masih stay di kantor. Gue seneng peratiin sifat dan sikap orang-orang yang ada di sekitar gue. Thanks for being my tutor, supporting me in working-and-not-working lives, taking care of me, always listening my not-important stories. Couldn’t ask for more (1).

Kedua, kehidupan bersama teman mingguan. Ini another kebaperan gue. Hmm, 2 taun belakangan ini, gue disibukkan dengan suatu kegiatan di gereja. Bukan tentang udahan jadi ketuanya, tapi bakal merindukan orang-orang di rapat majelisnya. Emm, sekali lagi. Bukan tentang merindukan rapat majelisnya, tapi bakal merindukan suasana rapat majelis bersama mereka. *nahan napas beberapa detik* Disini gue banyak banyak banyak belajar tentang segala macem. Lebih banyak melihat keanekaragaman, dan juga mempelajari banyak hal untuk kehidupan gue ke depannya. Khususnya taun ini, my best formasi majelis. Makanya, kalo ada yang peratiin, gue suka ngepost-ngepost keceriaaan di beberapa rapat terakhir, karena istilahnya ya cuma tinggal ngitung mundur. Disana ada yang rewel, ada yang baperan, ada yang ambekan, ada yang ngelucu mulu, ada yang suka ngeledek, ada yang umur tapi kayak bocah, ada yang bocah tapi bisa bersikap kayak umur, but you all make it completes, om-tante-kaka-abang. Things that I take note to myself:

  • Lakukan terbaikmu, benar-benar terbaikmu
  • Semangatmu ga semurah itu, bisa mudah dipatahkan sama kutu kecil tak berguna
  • Besarkan hati, bukan kepala
BACA:   KTP DISALAHGUNAKAN, TERDAFTAR PASCABAYAR INDOSAT

Yang positif ngebuat gue jadi lebih semangat, kalau dia aja bisa bersikap gitu, kenapa gue gak. Yang kurang positif, mengajarkan gue untuk menjadi lebih baik, dan menyadarkan gue kalau hal itu tidak baik untuk ditiru. Couldn’t ask for more (2).

Ketiga, ibu dan juga keluarga. Dont you guys realize, bahwa kita sudah tua dan sudah selayaknya dewasa? Biasanya pemikiran ini mulai muncul kalo udah usia 20an, baru mulai sadar kalo nyokap itu terbaik. Kalo masih usia belasan, biasanya ini usia-usia mencari jati diri dan mikir apa sih nyokap gue gaje bet. Jadi, kadang gue suka mikir apa sih yang udah gue kasih ke nyokap gue, ke ade gue, dan anggota keluarga lainnya (yang berperan dalam kehidupan gue)? Cepat atau lambat, kita pasti akan “meninggalkan rumah” dan menjalani tanggung jawab lainnya. Lagu tentang ibu yang sukses bikin baper tuh Sio Mamae.

B’rapa puluh tahun lalu, beta masih kacile
Beta inga tempo itu, mama gendong-gendong betae
Sambil mama bakar sagu, mama manyanyi bujuk-bujuk
La sampe basar bagini, beta seng lupa mamae
Sio mamae, beta rindu mau pulange
Sio mamae, mama su lia kurus lawange
Beta balom balas mama, mama pung cape sio dulue
Sio Tete Manise, jaga beta pung mamae

whatsapp-image-2016-11-14-at-14-14-48-1

Gue masih sering failed sama hal ini. Aduh elah mau ngetik sedih amat inih. Kadang gue masih suka ketus ke nyokap, suka ngerasa ih nyokap ko ga mudeng-mudeng, dan lalala.

“Tapi inget kah gue, gue bisa sampai sekarang ini salah 1 nya berkat kesabaran nyokap, yang mau ngedidik gue, ngulang-ngulang hal yang sama supaya hal baik itu nempel di pikiran gue?”

Ah, terlalu sedih ini topik ini untuk diulas. My mom is the best! Couldn’t ask for more (3).

Keempat, beberapa bulan lagi gue bakal meninggalkan usia 25. Almost 26, lalala. Gue ada nemu postingan di Hipwee dan berikut beberapa hal yang menurut gue lumayan bagus buat di re-post:

  1. Gak semua pendapat orang lain layak kamu pertimbangkan
    Di usia 25 tahun kamu akan sadar bahwa ada kalanya kamu harus mengabaikan suara diluar sana dan fokus pada hidupmu sendiri. Kamulah yang menjalani hidupmu, maka kamu juga yang paling tahu apa yang harus dilakukan. Kamu tidak lagi membuang waktu untuk memikirkan semua perkataan orang.
  2. Sukses bukan hanya soal uang, tapi tidak bisa mengatur uang akan jadi masalah
    Di usiamu yang sudah 25 tahun saatnya kamu mulai memperhatikan pemasukan dan pengeluaranmu. Atur gajimu sedemikian rupa agar kamu bisa memiliki uang untuk kebutuhan sehari-hari, kebutuhan masa depan lainnya, namun juga tetap memiliki uang simpanan!
  3. Tidak semua teman dapat dipertahankan
    Seiring usia yang makin bertambah, kesibukan yang merajalela, kamu akan menyadari bahwa lingkaran pertemananmu ternyata semakin kecil. Walau pastinya tidak menyenangkan saat harus kehilangan teman, tapi proses ini adalah siklus normal yang pasti dilewati. Hidup akan mempertemukanmu dengan orang-orang baru yang lebih sejalan. Pergi dan datangnya teman adalah hal yang biasa. Mereka yang tetap bertahan setelah sekian lama adalah teman sejati yang memang layak kamu jaga.
  4. Lebih dari sekedar cinta
    Kamu tidak lagi jadi orang yang bertahan pada hubungan yang sudah jelas tidak bisa dibawa kemanapun hanya karena sudah terlalu cinta. Di usia 25 kamu akan lebih rasional, dengan gagah berani melepaskan dia yang tidak bisa diajak membangun masa depan bersama.
  5. Jaga siklus hidup dan kesehatan
    Di usiamu yang sudah 25 kamu harus mulai memperhatikan kesehatan dan siklus hidupmu. Perbanyak makan-makanan sehat. Berolahragalah secara rutin. 20 tahun kedepan kamu akan bersyukur sudah menjaga tubuhmu dengan baik sejak masih berumur 25 tahun.
  6. Lebih tenang dalam menghadapi masalah
    Kamu perlu jadi orang yang bisa menghadapi masalah dengan kepala dingin. Rasionalitas dan pengendalian emosi yang baik adalah kunci hidup tenang dalam segala situasi.
  7. Segala sesuatu tidak akan pernah berubah kalau kamu tidak mengambil langkah untuk mengubahnya
BACA:   Special Edition - Yang Paling Penting Disiapin Buat Nikah Bukan Duit

Thanks God for your blessings, kindness and guidance! Couldn’t ask for more (4).

That’s why sekitar 2 bulan ini gue lagi mencoba fokus sama hal-hal yang layak dan patut gue pikirkan, yang punya andil dalam kehidupan gue. STAY FOCUSED! Receh-receh ga jelas mah coret sudah. My mind has not enough space for any kind of dust like that.

Eh, udah sampe Stasiun Bogor, well bhay :))))

Bogor, 13 November 2016, 14:48 WIB

 




3 thoughts on “Karena Semua Akan Baper Pada Waktunya”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *