Si Nemo: Tips Mencari Rumah & Pengalaman Beli Rumah Dengan KPR

Halohaa, jumpa dengan Nemo! smilies_fbejiqlyagi7.gifJumpa dengan majikannya Nemo deng :wowcantik:wowcantik Sebelumnya, gue mau cerita sebuah kelalaian pribadi. Kejadian mengurus KPR ini terjadi udah lumayan lampau, dan sedihnya gue ga ngenotes. Dah mana setelah fase KPR gue sempet ngejalanin fase persiapan nikah (tenang, kalo ini udah ready di draft hihi). Jadilah gue susah payah untuk mengingat ini semua. Tapi semoga apa yang gue sharing ini bisa memberi informasi yang lengkap yaw. Berikut tips mencari rumah & pengalaman beli rumah dengan KPR, selamat membaca!

Rumah dulu atau mobil dulu? Rumah, karena nilai rumah bertambah sedangkan mobil tidak. #PesanOrangTua


Mengajukan KPR dulu atau cari rumah dulu? Jawabannya, cari rumah dulu.

Tips Mencari Rumah #AlaSonniGege

Dekat dengan stasiun. Menurut kita, salah 1 faktor penting cari rumah tuh yang dekat dengan stasiun. Karena di banyak negara maju pun, kereta menjadi salah 1 alat transportasi yang diandalkan. Cepat dan murah. Kalo pertimbangan kita sih ya, dari 7 hari dalam seminggu, kita paling sering ke kantor 5 hari yekan, 1 hari untuk ke gereja, 1 hari untuk lalala. Jadi mending yang diutamakan yang aksesnya enak untuk ke kantor.

Latar Belakang Cerita Mengenal Forest Hill

Terkait rencana masa depan, tsaahh, waktu itu emang kita lagi cari-cari dimana ya kira-kira lokasi rumah yang enak. Sampe suatu hari, karena ada temen merid, gue dan temen genk mau ngasih kado. Berhubung gue yang ngurus, ya gue tanya dong rumah lu dimana, barang mau dikirim kemana. Trus disebut deh Perumahan Serpong Kencana (nama lama dari Forest Hill). Secara gue anaknya banci googling, langsung gue googling lokasinya, websitenya, dkk. Eh, deket stasiun!

Singkat cerita, kita survey lokasi, cek kereta, ternyata enak juga.

Setiap gue ngobrol-ngobrol sama temen, biasanya komentar pertama setelah gue bilang tinggal di Parung Panjang adalah “JAUH BANGET!” Tapi nih tapi. Dari Stasiun Parung Panjang ke Stasiun Tanah Abang itu ga sampe 1 jam loh :)))) Cuma 50 menit sajaa. Kalo dari rumah ke stasiun? 5 menit saja 😀 Dibanding sama perjalanan gue kalo dari Bogor (rumah ortu), bisa 1,5 jem dan itu puadeett banget. Buat ke kantor, tiap harinya gue cukup bangun 5:30, udah bisa masak, beres-beres, dan naik kereta 7:20. FYI, kereta yang 7:20 itu startnya dari Parung Panjang so gue dan suami bisa selalu duduk haha 😀 Nikmat gaakk? Nikmaaattt bung!

Banyak juga brosur yang menawarkan rumah di daerah Stasiun Cisauk / Cicayur, tapi ga bisa dapet duduk. Atau kayak Sudimara / Jurangmangu, pas mau naik udah penuh banget ampe susah.

Alasan Pilih Rumah di Daerah Parung Panjang

  1. Seperti yang gue jabarkan di atas, kita ngerasa lokasi rumah cukup strategis untuk sehari-hari ke kantor. Ga perlu pagi-pagi banget dan perjalanan PP bisa duduk.
  2. Akan ada pembangunan Tol Serpong – Balaraja dengan Exit Legok. Parung Panjang akan ada akses dekat dengan tol.
  3. Akan ada pembangunan rute kereta Citayam – Parung Panjang. Mempermudah akses untuk ke Bogor hahaha.
BACA:   Berserah Kepada Tuhan

Alasan Pilih Forest Hill

Ada beberapa netijen yang bertanya-tanya kenapa pilih Forest Hill. Jadi sub-bagian ini baru gue update, di awal publish paragraf ini belum ada hehe. Jadi di daerah Parung Panjang ada banyak sekali perumahan. Ada yang udah mulai ditempati, ada yang masih baru mau mulai pembangunan. Contoh yang suka ditanyakan, “Kenapa ga Sentraland?” Kita ga terlalu suka karena Sentraland ada banyak akses jalan ke kampung / warga, sedangkan Forest Hill cuma 1 gate dari depan saja dan ga ada akses ke kampung,

Pengalaman Beli Rumah Dengan KPR

1. Survey

Sekitar bulan April 2017, kita survey didampingin sama salesnya Forest Hill, Ellen. Setibanya disana, kita ke kantor marketing untuk dijelasin ini itu. Trus diajak juga ke rumah contoh, dan ke cluster-cluster yang udah jadi. Silakan email / WA ogut kalo mau kontak si Ellen.

Rumah yang kita proses saat itu LB/LT 45/72. Jadi, kalo kita beli rumah ada yang namanya harga cash keras dan harga KPR. Selisih sekitar beberapa puluh juta, yang dimana harga cash keras tentu lebih murah daripada harga KPR. Promo yang kita dapetin saat itu, harga rumah all in dengan biaya BPTB, AJB, HGB (dan bonus 1 AC 1/2 pk hahaha lumayaan).

Ingat, harga KPR yang dimaksud itu belum termasuk bunga KPR-nya ya.

Gue ga punya duit nih, ga bisa langsung jebret lunas DP.” Tenang aja DP disana bisa dibayar beberapa kali hihi 😀

2. Bayar Booking Fee

Setelah berdiskusi panjang lebar dengan suami (saat itu masih disebut calon suami haha), kita putuskan kita cocok dengan lokasi, kondisi, harga. Untuk lebih mengikat, kita perlu bayar yang namanya booking fee ke developer. Sepertinya ini hal sama yang akan terjadi di banyak perumahan. Kemaren kita bayar booking fee 5 juta (dimana 5 juta ini mengurangi nilai DP). Setelah bayar booking fee, kita terima SPR (Surat Pesanan Rumah).

3. Pengajuan KPR ke Bank

Sebelumnya perlu diketahui, walau kita beli rumah even di perumahan sama dengan bank sama, belum tentu suku bunga dan lain-lainnya sama ya. INGAT. Untuk proses pengajuan KPR, kita ga perlu pusing ngider-ngider ke bank ko. Nanti si Ellen akan kasih nomer kita ke bank yang kerja sama dengan Forest Hill, trus kita dihubungin deh sama sales KPR-nya. Kecuali kalian mau coba ke bank lainnya, ya monggo hehe.

Waktu itu kita coba ngajuin KPR di 2 bank, Bank BRI dan CIMB. Kalian bisa coba ajuin KPR >1 bank ko, dan kalo ga cocok ga ada denda. Berhubung saat itu kita belom merid, jadi cuma bisa ngajuin salah 1 data aja. Kalo udah merid, bisa ngajuin dengan 2 data (plus akte nikah ya). Oya kemaren itu pas pengajuan, suami masih gawe di tempat jauh jadi lumayan sulit kalo KPR diurus atas nama suami. Akirnya kita putuskan pengajuan KPR ini atas nama gue.

BACA:   Jadi Gini Nih Cara Dapetin Tiket Pesawat Murah

Sembari lagi proses mengajukan KPR (apa disetujui or ga), kita  harus terus proses pelunasan DP-nya. DP harus udah lunas sebelum akad kredit. Apa itu akad kredit? Saat dimana kita tanda tangan di bank kalau kita mau melakukan pinjaman senilai ratusan juta untuk pembiayaan rumah.

Syarat Pengajuan KPR di CIMB (per April 2017)

  • KTP, NPWP, KK, akte lahir
  • Surat keterangan kerja (dari kantor)
  • Slip gaji 3 bulan terakhir (dari kantor)
  • Mutasi rekening 3 bulan terakhir (dari bank)
  • Surat pesanan rumah (dari developer)
  • Form aplikasi KPR yang sudah diisi

Dokumen-dokumen di atas gue masukin tanggal 27 April 2017. Dan kalo KPR ga disetujuin, duit DP-nya ga balik. Sedih gaa? Sedih.

Sebenernya di tanggal 10 Mei, sales CIMB-nya udah bisik-bisik ada kemungkinan ga bisa diapprove. Deg-degan ga tuh. Trus pas tanggal 16 Mei, gue sempet diinfo sales BRI kalo KPR disana diapprove. Tapi hitung punya hitung, lebih mantab KPR CIMB. Gue bilang aja ke sales CIMB “KPR BRI udah disetujui, tapi kalo KPR CIMB disetujui saya mau pake yang CIMB.”

Puji Tuhan! Tanggal 18 Mei 2017 KPR di Bank CIMB disetujui. Tapi pas kita liat SPK-nya (Surat Putusan / Penawaran / Persetujuan Kredit), belum full plafon. Kita coba hubungin lagi salesnya, buat lobi sana sini.

Apa Saja Isi SPK?

  • Nama debitur, jenis kredit, tujuan kredit
  • Besar fasilitas kredit / plafon disetujui
  • Bunga kredit => 7,75%
  • Jangka waktu
  • Sistem perhitungan bunga => Fix 5 tahun, setelah itu bunga floating
  • Angsuran tiap bulan (untuk 5 tahun pertama)
  • Biaya terkait pemberian fasilitas kredit / biaya akad (detil di bawah)
  • Aturan-aturan lainnya

Di KPR ada istilah bunga tetap, bunga floating. Gue agak susah menjelaskan part ini. Simpelnya, nominal yang akan gue bayar selama 5 tahun pertama akan sama terus dengan suku bunga kredit 7,75%. Masuk bulan ke-61, bunganya menyesuaikan dengan suku bunga yang berlaku. Dimana floating tiap bank beda-beda.

Apa Saja Isi Biaya Akad?

  • Biaya Provisi
  • Biaya Administrasi
  • Premi Asuransi Jiwa
  • Premi Asuransi Kebakaran

Biaya akad tiap orang bisa berbeda-beda, belum tentu sama ya. Dan juga HARUS LUNAS sebelum akad kredit.


Gue tak terlalu banyak cerita detil yang BRI. Untuk dokumen yang disiapkan bisa dibilang sama.

  • Masukin dokumen 27 April
  • KPR disetujui 16 Mei
  • Cancel KPR 5 Juni.

Yang pasti, biaya akad BRI lebih murah, tapi ada pengendapan biaya 2x angsuran KPR di awal. Dan juga, suku bunganya lebih tinggi dibandingkan CIMB.

Perbandingan KPR BRI & CIMB (per Mei 2017)

  • BRI – suku bunga tetap 9,25% (5 tahun)
  • CIMB – suku bunga tetap 7,75% (5 tahun)

Oya, kondisi ketika SPK keluar, DP belum lunas. Tapi inget, DP harus udah lunas sebelum akad kredit. SPK berlaku 1 bulanan dari tanggal keluar.

Akhirnya tanggal 22 Mei 2017, KPR CIMB bisa full plafon, sehingga kita ga perlu nambah DP. Tanggal 5 Juni kita udah terima update dokumen SPK CIMB. Buru-buru deh lunasin DP dan bayar biaya akad. Finally, proses akad kredit terlaksana tanggal 20 Juni 2017 di Bank CIMB Bintaro (tanpa notaris). Nanti waktu sign AJB, baru di hadapan notaris.

BACA:   Oma

Balada Dokumen

Segini informasi yang gue pahami saat ini, kalo ke depannya ada yang kurang tepat akan gue update ya, CMIIW.

  1. PPJB (Perjanjian Pengikatan Jual Beli) – Ini adalah dokumen yang kita terima saat akad, biaya all in dengan harga rumah
  2. AJB (Akta Jual Beli) – Biaya all in dengan harga rumah
  3. HGB (Hak Guna Bangunan) – Biaya all in dengan harga rumah
  4. SHM (Surat Hak Milik) – Termasuk balik nama, biaya sendiri

Untuk poin 1-3, belum tentu sama tiap orang ya even 1 perumahan. Karena promo bisa berganti terus.

Sekian informasi tentang pengajuran KPR hingga di approve yaaa smilies_fb5ohtwaipmr.gifsmilies_fb5ohtwaipmr.gif

Serba-Serbi Forest Hill

  • Lokasi perumahan, klik disini.
  • Website perumahan, klik disini.
  • Forest Hill – Stasiun Parung Panjang = 2 km / 5 menit
  • Forest Hill – AEON = 13 km / 30 menit
  • Exit tol terdekat saat ini Karawaci & Serpong (Rawa Buntu), tapi sekarang lagi proses pembangunan Tol Serpong – Balaraja. Nanti exit terdekat adalah Legok.
  • Akan ada pembangunan dengan rute Citayam – Parung Panjang.

Kemaren ini (per Januari 2018), gue sempet ngobrol-ngobrol sama si Ellen, berikut gambaran cluster di Forest Hill ya.

1. Cluster Silver 45/72 – sold out

2. Cluster Titanium 45/72 – sisa 2 unit (ready stock)

3. Cluster Sidero 30/60 – sold on progress (indent)

4. Cluster Grand Sidero 33/60 – sold on progress (indent)

5. Cluster Acero 27/60 – sold out

6. Cluster Parkwood – sold out 98% (indent)

7. Cluster Greenwood – sold out 100% (indent)

8. Cluster Sherwood 27/60 dan 39/72 – sold out 75% (indent)

9. Cluster Acero Garden – sold on progress (indent)

 

Ini video rumah contoh.

 

Area bermain untuk anak (tapi belum jadi di semua cluster). Ini video di Cluster Silver.

 

Sekedar gambaran layout isi rumah, cekidot. Abaikan harga, mungkin sudah tidak valid.

Dan juga beberapa informasi lainnya.

Akhir kata, kalo ada yang kurang jelas tinggalin komen sajoo. Semoga bermanfaat dan membulatkan tekad untuk segera ambil rumah yaa hihihi 😀 Atau kalau mau kita jadi tetanggan, boljug smilies_fb5ohtxkkci6.gifsmilies_fb5ohtxkkci6.gif

P.S. Menyusul di lain kesempatan, cerita tentang Nemo dan isinyaaa yak 😀


BACA: 

WRITING ON PROGRESS:

  • Pulau Samosir dan Isinya
  • Tempat Prewed Bogor – Jakarta
  • Mengurus Akte Nikah di Capil




6 thoughts on “Si Nemo: Tips Mencari Rumah & Pengalaman Beli Rumah Dengan KPR”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *