Sweet Hour of Prayer #2

Ini lanjutan dari Sweet Hour of Prayer #1. Sebelum masuk ke Sesi III, gue mau share dulu tentang Intercessory Prayer. Jadi acara ini ada di bagian renungan hari Minggu pagi.






Ada 2 hal yang ditekankan disini.

1. Doa yang dapat diulangi : Doa hubungan manusia dengan Tuhan

Ketika kita mencintai Yesus sepenuh hati, kita berdoa dengan segala kerinduan untuk menyenangkan-Nya. Kita akan lupa untuk minta ini itu, lupa dengan sakit hati kita ataupun kekecewaan kita. Betapa banyak orang yang datang pada Tuhan setiap detiknya untuk meminta ini itu. Tidakkah Ia akan sangat berbahagia untuk mendengar satu anak-Nya mencari-Nya bukan untuk meminta tetapi menemui-Nya saja?

Hubungan kita dengan Tuhan, dapat diibaratkan hubungan kita dengan pasangan. Terkadang kita hanya mengirim SMS atau telepon, sekedar mau bilang kangen, atau sekedar mau ketemu. Tanpa ada hal yang ingin didiskusikan atau diminta.

“Bayangkan seorang pria yang menyukai seorang wanita. Betapa seringnya kita katakan bahwa kita mencintai Yesus. Dan betapa jarangnya juga kita berdoa / berkomunikasi dengan-Nya. Bukan untuk meminta, namun hanya untuk membayangkan-Nya, untuk mengatakan kita mencintai-Nya, kita merindukan-Nya.”

2. Doa yang dapat diulangi : Doa perantaraan

Doa perantaraan adalah doa untuk keselamatan orang lain. Seseorang bisa menolak Roh Kudus atas pilihannya dan Tuhan bukanlah pribadi yang memaksa, namun kita bisa berdoa untuk mereka agar Roh Kudus tidak pernah meninggalkan orang tersebut sehingga keselamatan masih menjadi bagian mereka. Doa perantaraan bukan berdoa untuk pekerjaan, kesehatan, jodoh, kemakmuran orang lain, tapi keselamatan.

“Berdoalah sampai bergumul. Bukan sekedar mengucap.”

Baca juga Keluaran 17:8-16. Seperti Musa yang mengangkat tangan-Nya selama Yosua berperang melawan bangsa Amalek, demikianlah kita (Musa) berdoa untuk orang lain (Yosua) dalam peperangannya melawan kedagingan (Amalek, keturunan Esau).

“Tidak jarang pun kita membutuhkan kawan berdoa (Harun & Hur, yang menopang kedua tangan Musa) untuk menguatkan kita dalam berdoa demi keselamatan orang lain.”

Sesi III – Brikanlah kami

Tidak harus kaya untuk berbagi dengan orang lain. Tanamkan ini pada pikiran kita, “Saya terberkati, saya tidak mengeluh, saya mau membagikan berkat saya untuk orang lain.”

“Ketika berbagi maka kita akan terberkati.”

Jangan merasa kekurangan berkat. Ingat, Tuhan telah memimpin kita sampai sekarang ini. Dan tentu Tuhan yang sama juga akan memimpin kita di masa mendatang. Jika sudah cukup maka bagikan berkat itu kepada orang lain.

BACA:   So Lucky I Am

Sesi IV – Ampunilah kami

Baca 1 Yohanes 1:9. Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan.

  • Bagian kita : Mengaku dan percaya
  • Bagian Tuhan : Mengampuni

Yang sering jadi masalah adalah kita tidak mengampuni diri kita sendiri. Tuhan mengampuni, tapi apakah kita sudah mengaku dan mengampuni diri kita sendiri?

5 kunci penting untuk mengampuni-diampuni,

  1. Mengaku pada Tuhan
  2. Imani, percaya tanpa ragu
  3. Tidak ragu mengampuni
  4. Bersukacita
  5. Mengucap syukur

Sesi V – Janganlah bawa kami ke dalam pencobaan

Apakah TUHAN membawa manusia ke dalam pencobaan? “Allah tidak dapat dicobai oleh yang jahat, dan Ia sendiri tidak mencobai siapapun.” (Yak. 1:13) Setan yang membawa kita ke dalam pencobaan, dan diri kita sendiri yang mendatangi pencobaan.

Dalam bahasa aslinya, bahasa Yunani,

  1. Janganlah bawa kami (do not lead us) ke dalam pencobaan
  2. Jangan biarkan kami (do not let us) jatuh ke dalam pencobaan
  3. Jaga kami (keep us) dari pencobaan
  4. Tarik kami (draw us) dekat Engkau sebab jika sendiri kami jatuh ke dalam pencobaan

Terjemahan asli mengatakan bahwa kita perlu Tuhan dekat sebab tanpa-Nya alamiah kita akan jatuh ke dalam pencobaan. Itulah yang disampaikan dalam doa ini, bila terpisah dari Tuhan kita bukan siapa-siapa. Sulit bagi kita untuk melawan setan. Daripada menghabiskan tenaga untuk melawan setan, lebih baik kita bersikeras mencari Yesus karena hanya Ia yang dapat memenangkan kita melawan setan.

Tetap setia dan bertahan. Keeps on calling Him everyday.

“Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya. Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak, sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa.” (Yoh 15:5)


Luar biasa banget materi yang gue dapetin selama 2 hari Prayer Camp. Selain sesi-sesi yang dibawakan oleh pemateri, ada juga waktu untuk sharing dengan kelompok kecil setelah tiap sesi. Kurang lebih membahas, apa yang kita dapat pada sesi tersebut, dan mendoakan teman 1 kelompok kita.

BACA:   Sometimes

Setelah semua rangkaian acara berakhir, tiap peserta dibagikan 4 kertas untuk ditulis dan diberikan kepada 2 orang panitia dan 2 orang peserta.

Ini doa yang ku dapat

Sekian yang bisa gue share per hari ini. Kalau link video translate-an sudah ready, bakal gue update lagi 😀

***

UPDATE! Beberapa video bersubtitle bahasa Indonesia sudah tersedia di account Youtube GMAHK Bogor!
Monggo di visit dan share yaaa bit.ly/PrayerSeminar 😀

***

Feel free to share this post, supaya orang lain juga boleh terberkati.

Tuhan memberkati 😀

 




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *