Unceasing Cantica

Aku merasakan hari Sabat ini begitu indah dan amat sangat penuh berkat. Mulai dari acara Prayer Circle yang dibawain sama anak-anak angkatan 2009 sampai acara sharing sore tadi. PC pagi ini itu acaranya beda dari biasanya. Acaranya diisi dengan kesaksian dan lagu-lagu. Kesaksian yang sungguh menguatkan dan lagu-lagu yang bikin kita tambah dekat sama yang di Atas. Kita diingatkan kembali, gak ada yang bisa kita andalkan dari dalam diri kita. Karena cuma doa dan doa yang bisa kita andalkan. Tanpa kuasaNya, kita gak ada apa-apanya. Dan yakin segala sesuatu itu indah pada waktuNya (Peng 3:11).

Terus, siang tadi tiba-tiba kita ada sharing officers and members. Mulai dari jem 2 siang sampe jem 6 sore.




Emang ngapain aja?



Ini yang paling aku suka di Unceasing Cantica, yaitu sharing. Disitu kita bisa ngeluarin semua uneg-uneg yang ada dalam hati. Dari rasa kesel, kecewa, marah, atau bisa juga kalimat-kalimat yang memotivasi masing-masing kita. Tertawa, tangisan, semuanya aku dapetin disini. Di keluarga Unceasing Cantica. Kita gak boleh jadi pengecut yang cuma berani ngomongin orang di belakang, ngejelek-jelekin kalau orangnya gak ada. Tapi kita diajarin, kalo ada yang mengganjal di hati, ada baiknya dan memang harus kita ngomong langsung sama orang itu. Bukan maksud untuk mericuhkan keadaan, tapi supaya masing-masing kita bisa introspeksi dan jadi seorang pribadi yang lebih baik.

Satu yang paling berkesan buatku, kita itu orang Kristen, yang memiliki Tuhan Yesus. Kita gak boleh larut dalam ketakutan dan masalah-masalah kita.

Kenapa?

Karena, hidup orang Kristen adalah hidup yang penuh pengharapan. Kita punya Tuhan Yesus yang selalu ada bersama-sama dengan kita. Dan ingat, pencobaan-pencobaan yang kita alami tak akan melebihi kekuatan kita (1 Kor 10:13), asalkan kita menyerahkan segala beban kita sama Tuhan (Maz 37:5).

BACA:   Aku Si Plegmatis, Apa Kamu Juga?

Di akhir sharing, ada satu acara special. Kalo aku sih baru tadi pertama kali ngikutin itu. Gak cuma ngeluarin uneg-uneg negatif, tapi kita juga harus bisa ngasih sebuah motivasi untuk sodara-sodara kita. Aku rasa inilah bagian yang paling sedih dan mengharukan. Dan aku gak bisa nahan air mataku dari awal ampe akir acara. Aku bener-bener bisa ngerasain, ngedapetin feelnya, gimana arti saudara, sahabat, keluarga yang sesungguhnya. Kita saling ngasih motivasi, ngebisikkin hal-hal bermakna untuk masing-masing kita. Kita bisa ngungkapin seluruh perasaan kita dan memberi kekuatan supaya kita bertahan sampai akhir.

Aku amat merasa kalian itu emang bagian dari diriku. Kayak perumpamaan yang dibilang itoku tadi. Kita itu potongan-potongan puzzle. Memang susah untuk nyatuin berbagai karakter yang ada. Tapi inget, potongan puzzle atau keanekaragaman karakter itu bukan ngebuat kita semakin jauh tapi malah membuat kita jadi satu gambar yang indah. Jadi satu keluarga Unceasing Cantica.

Aku gatau apa kalimat yang tepat buat ngegambarin perasaanku sekarang, tapi yang pasti aku amat ngerasa nyaman banget jadi bagian dalam keluarga Unceasing Cantica. Dan udah ngedapetin “titik jatuh cinta” nya itu. (Hati-hati, hehehe)

1 Kor 15:58

Karena itu, saudara-saudaraku yang kekasih, berdirilah teguh, jangan goyah, dan giatlah selalu dalam pekerjaan Tuhan! Sebab kamu tahu, bahwa dalam persekutuan dengan Tuhan jerih payahmu tidak sia-sia.

 







Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *